Minggu, 17 April 2011

All About Remaja


Abdul Aziz bin Muhammad

Seorang anak laki-laki mendekati umur dewasa, maka dia itu disebut murahiq (remaja) apabila dia telah mendekati baligh, teks rahaqa dimaksudkan juga (untuk): keringanan, terburu-buru dan melakukan kejahatan [1].
     Remaja menurut sebahagian ahli Psikologi, yaitu: "phase yang dimulai dari masa baligh sampai sempurnanya pertumbuhan tulang, berakhir dengan stabilnya/berhentinya pertumbuhan anggota tubuh bagi seseorang, hal ini biasanya terjadi antara umur dua belas tahun dan sembilan  belas tahun, karena (adanya) perbedaan diantara orang-orang dan karena perbedaan diantara dua jenis (kelamin): pemuda dan pemudi. Hal itu adalah masa pertumbuhan yang sempurna, (yang) manusia berpindah dari phase kanak-kanak serta bergantung terhadap orang lain kepada phase dewasa dan kestabilan. yaitu phase yang menggabungkan antara tanda-tanda baligh dengan yang beragam dengan tanda-tanda kelabilan dan ketidak seimbangan, kedua tanda-tanda tersebut masuk kedalam pengertian bahasa yang telah kita sebutkan tadi.
     Banyak bapak dan pendidik yang bertanya-tanya: siapa remaja itu? Apa/bagaimana lingkungannya? Dan apa yang terjadi pada remaja, untuk mendapatkan perobahan yang menonjol pada penampilan/model, tingkah laku, dan arah hubungan/pergaulan mereka? Kenapa remaja tidak (mau) tunduk secara penuh sebagaiman mestinya kepada orang dewasa? Kenapa banyak (terjadi) perbedaan dan problematika antara remaja dan orang dewasa? Dan apa sebab yang tersembunyi dibalik menyebarnya kenakalan remaja dan kelakuan jahat dari golongan (yang termasuk) komponen manyarakat ini.
     Pertanyaan-pertanyaan umum ini (begitu pula) pertanyan-pertanyaan yang lain tidak munkin bisa dijawab kecuali jika kita telah mengetahui siapa itu remaja: jasmaninya, akalnya, perangainya, dan masyarakat/sosialnya. Dan permasalahan tidak akan menjadi jelas kecuali jika mengusahakan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut secara khusus dan terperinci, memikat pemikiran para bapak, ibu serta para pendidik, atau menjawab lisan-lisan/perkataan-perkataan mereka.

TUBUH REMAJA

     Apa yang memanggil remaja untuk memamerkan kekuatan mereka dan terkadang mencari perhatian? Kenapa banyak remaja laki-laki dan perempuan berusaha untuk mendapatkan majalah yang tidak senonoh dan mengikuti cerita-cerita percintaan dan kepolisian/laga?
     Dan kenapa mereka melakukan surat-menyurat, telpon-telponan. Kenapa remaja ditimpa kekalutan dan ketidak seimbangan dihadapan orang dewasa? Dan apa yang membuatnya sering bingung dan banyak bermimpi sedang dia dalam keadaan sadar? Dan kenapa pemuda dan pemudi terkadang berusaha untuk menyembunyikan tubuhnya atau sebagian anggota tubuhnya dari orang dewasa? Dan apa sebab (dari) penyendirian dan pengasingan diri? serta kegelisahan dan keraguan yang menimpa remaja terhadap urusan tubuhnya? Dan bagaimana kita memahaminya?
     Pertanyaan-pertanyaan yang banyak dan permintaan penjelasan yang bermacam-macam, membutuhkan penjelasan, keterangan dan jawaban, yang paling penting dari pertanyaan yang seperti ini adalah perkataan: bahwasanya remaja hidup dalam pergantian jasmani dan anggota tubuh yang tidak disadari orang dewasa kecuali sedikit, dengan demikian mereka tidak bergaul/berinteraksi dengan baik bersama remaja, putra maupun puteri, mereka tidak sanggup membangun hubungan bersama mereka, yang  membawa kepada banyak kesalahan pendidikan, bimbingan dan penanganan, ketika berinteraksi serta dan berbaur dengan remaja.
     Sesungguhnya tubuh remaja menghadapi aktifitas pergantian/peralihan total, pada berat, ukuran, betuk, kerangka, anggota tubuh bagian dalam dan anggota tubuh bagian luar, perobahan jasmani ini dikategorikan sebagai keistimewaan bagi phase remaja, dan termasuk tanda-tandanya yang paling menonjol.
     Pertumbuhan anggota tubuh bagi anak-anak adalah berkesinambungan, bertahap dan (berjalan) lambat, adapun pada phase remaja maka sesungguhnya seseorang merasakan perobahan anggota tubuh yang cepat dan beruntun, bahkan terkadang mengagetkan(nya) dan orang yang tidak memeliharanya sebelumnya, hal ini adalah perkara yang disaksikan oleh orang dewasa dan mengherankan baginya ketika ketika dia dikagetkan oleh anak-anak (yang) nampak sudah bertubuh tinggi, kedua lengan berotot, padanya terdapat sifat-sifat tubuh laki-laki atau ketika para ibu atau kerabat dikagetkan (oleh) anak perempuan telah berobah tingginya, bertambah beratnya, dan tampak padanya sifat-sifat tubuh wanita.
     Kamu melihat/menyaksikan orang-orang dewasa ketika dia melihat remaja setelah berpisah, dia mengomentarinya dengan kata-kata (menunjukkan) keheran dan keanehan, atau ejekan dan celaan, atau kebanggaan dan kemuliaan, sesuai dengan kecenderungan-kecenderungan keluarga, (yang) mengisayaratkan bahwasanya dia sudah besar, dan berobah dalam waktu singkat dan cepat yang menarik perhatian. Kamu melihat para bapak dan ibu mengumpat dan mencela anak laki-laki dan perempuan mereka, dimana telah nampak perobahan tubuh-tubuh mereka atau bentuk-bentuk tubuh mereka, seperti gemuk atau tinggi kurus atau panjang kedua kaki atau besarnya kedua telapak tangan dan kaki. dan dengan sebab itu muncul peringatan-peringatan atau komentar-komentar atau senda gurau bercampur dengan perasaan aneh dan terkadang dengan celaan, atau ejekan, yang bersumber dari perasaan orang dewasa dengan cepatnya perobahan dan peralihan dari kanak-kanak yang pendek dan singkat kepada sifat-sifat kelaki-lakian atau kewanitaan yang disertai dengan kesempurnaan dan keseimbangan.
     Agar supaya para bapak, ibu dan pendidik mengetahui apa yang terjadi pada tubuh remaja kami mencoba untuk menjawab atas pertanyaan (berikut) ini: apa yang terjadi pada tubuh remaja? Bagaimana itu terjadi? Dan kenapa terjadi?
     Sesungguhnya ukuran (tubuh) remaja mulai bertambah dengan bentuk yang (dapat) dipantau dan menarik perhatian, pada perbedaan antara laki-laki dan perempuan dan antara para remaja secara umum. Dan (adapun) yang menyamakan antara mereka adalah pertambahan yang terlihat pada ukuran (tubuh) yang dibandingkan (dengan) jenjang-jenjang yang lalu, dengan demikian tubuh mengarah kepada pertambahan/perkembangan, atau kegemukan dan pertambahan bobot disertai dengan pertumbuhan yang cepat dan menarik perhatian, pada tulang dan kerangka otot, dimana kedua betis dan siku bertambah panjang, kedua bahu dan kaki bertambah besar ukurannya, hal itu jelas dan menarik perhatian, begitu pula kepala bertambah besar dan kemudian setelah itu ukuran tubuh. Dan pada bagian dalam tubuh kelenjar-kelenjar reproduksi mulai mengeluarkan hormon-hormon khusus. Adapun bentuk/penampilan remaja sebagai tambahan dari apa yang telah disebutkan, maka mulailah peralihan kepada ciri-ciri kelaki-lakian atau kewanitaan dimana tumbuh rambut/bulu pada wajah, daerah kemaluan dan kedua ketiak dan pada wajah anak perempuan nampak ciri-ciri yang lain sesuai dengan jenis (kelamin)nya. hal itu akan diikuti oleh perobahan suara antara kasar dan lembut, lemah dan tinggi yang menarik perhatian. remaja laki-laki bertambah kuat dan kekar, sebagaimana remaja perempuan bertambah keluwesan dan kelembutannya. dari kedua jenis kelamin,pada masalah ini sebagian besar mengarah kepada jalan masing-masing yang bertolak belakan dengan yang lainnya, dan masing-masing jenis berdiri sendiri dengan perobahan-perobahan yang khusus, tidak diikuti oleh jenis yang lain seperti tumbunya bulu (pada) wajah dan bertambah besarnya otot pada remaja laki-laki serta munculnya haid, menonjolnya kedua payudara dan tumbuhnya lemak pada remaja wanita.
     Tingkat pertumbuhan tubuh dimulai dengan cepat ketika kelahiran anak, kemudian menjadi lambat secara beraturan sampai mulai masa baligh, dimana dia memasuki phase yang baru, serta pertumbuhan dan kematangan yang cepat. Diantara perobahan-perobahan bagian dalam (tubuh) yang menjadi pemicu dan penyebab phase yang baru pada pertumbuhan ini, keluarnya kelenjar-kelenjar yang mendorong peredaran darah, seperti kelenjar otak yang terdapat pada dasar otak, berpengaruh pada pertumbuhan rangka dan tulang, dan kelenjar adrenalin yang terdapat pada kedua ginjal, keluarnya ( kelenjar tersebut) berpengaruh terhadap pertumbuhan otot, dan kematangan sexual pada masa baligh[2].
     Beberapa perobahan anggota badan dan bentuk tubuh menjadi menonjol, dengan adanya kecemasan yang sangat pada para remaja laki-laki maupun perempuan, serta perasaan susah dan bosan, diantaranya: tumbuhnya jerawat pemuda, yang menyebar pada wajah. Dan keluarnya air mani yang tidak terkendali. Dan tidak adanya kesesuaian dan keserasian pada bagian-bagian yang berbeda dari tubuh, dimana diantaranya terjadi perbedaan maka terkadang hidung nampak besar, roman muka dan tubuh tidak serasi ketika dibandingkan dengan bagian-bagian tubuh, sampai kepada kekacauan gerak pada remaja,  mereka kehilangan keseimbangan dalam berjalan, membawa sesuatu dan dalam pekerjaan tangan. ada perobahan yang lain pada system tubuh bagian dalam diantaranya: menurunnya denyut nadi, meningginya tekanan sirkulasi darah dan perobahan pada pemakaian tubuh akan oksigen. Perobahan-perobahan ini membawa kepada perasaan tegang dan cape pada remaja serta keinginan yang sangat untuk beristirahat. Serta remaja menjadi sensitive terhadap keritik (terhadap) tubuh dan bentuk/model(nya) [3], dari kerabat, teman-teman dan dari guru-gurunya serta dari yang lain-lain.
     Perobahan-perobahan ini bersifat baru, cepat dan beruntun. Yang menjadikannya penting dan asing di kalangan remaja, keluarga dan masyarakatnya. Maka adapun cepatnya pertumbuhan/perkembangan tulang, otot-otot dan pertambahan bobot dan tinggi menjadi menarik dan mengejutkan bagi remaja dan masyarakatnya. Perobahan-perobahan ini mengalihkan anak kepada alam yang baru dan lingkungan yang asing baginya, begitupula tatanan masyarakat dan keluarga kebanyakan tidak menerima peralihan-peralihan yang cepat dan mengagetkan ini dengan mudah dan begitu saja.
     Adapun yang dimaksud dengan baru, adalah bahwasanya perobahan-perobahan yang terjadi pada tubuh remaja adalah perobahan jenis baru, yang belum perna ada pada remaja, sebelumnya, maka munculnya rambut pada tempat-tempat tertentu, keluarnya haid, berobahnya suara, dan keluarnya kelenjar-kelenjar reproduksi semuanya adalah perobahan-perobahan jenis baru, yang nampak pada remaja laki-laki maupun perempuan yang mencolok pada tubuhnya atau bentuknya atau pada perkataannya. Yang demikian itu menunjukkan baginya bahwasanya dia (berada) pada hal yang baru serta penting yang berbeda-beda (antar remaja)  (sesuai) dengan besarnya perbedaan keadaan dan perobahan tubuhnya.
     Kemudian sesungguhnya perobahan-perobahan ini (terjadi) secara bersamaan atau berdekatan (waktunya), adapun perobahan itu tidak terjadi pada satu bagian (saja), dan tidak pula terjadi pada beberapa bagian tubuh pada waktu yang berselang lama atau pada waktu yang berbeda, akan tetapi sesungguhnya perobahan-perobahan ini (terjadi) pada waktu yang bersamaan ataupun berturut-turut terjadi pada waktu yang singkat tidak lebih dari tiga tahun pada kebanyakannya, dimana pertumbuhan tulang, rangka, pertambahan tinggi, bobot, munculnya bulu, perobahan suara dan perobahan-perobahan yang lain yang telah disebutkan  terjadi secara berbarengan, semua ini menunjukkan aktifitas-aktifitas yang terkumpul dan beruntun pada (diri remaja) pada segi anggota tubuh yang terkadang membuat tertekan ataupun berpengaruh baginya ketika dia terkadang tidak menerimanya, atau tidak beradaptasi dengan baik terhadapnya. Sebagaimana lingkungan masyarakat yang dekat maupun yang jauh melihat perobahan-perobahan yang terkumpul dan beruntun, maka kebanyakan interaksi dan pemahaman terhadapnya kurang baik.
     Kenapa terjadi perobahan-perobahan organ-tubuh dan pergantian-pergantian (pada) jasad, dimana pemuda bertambah ukuran dan tingginya, berganti bentuk dan sifat-sifatnya, nampak padanya ciri-ciri lelaki ataupun ciri-ciri wanita, sehingga sampai kepada gema suara dan intonasinya (ikut) berganti. dan terjadi perobahan-perobahan yang yang menonjol dan menarik perhatian pada kedua jenis, (mulai) dari tumbuhnya rambut pada wajah, tumbuhnya jaringan otot, menjadi kasarnya suara pada remaja laki-laki serta keluarnya haid, tumbuhnya payudara dan lembutnya suara pada remaja wanita. Dan (adapun) jawaban yang terperinci atas pertanyaan-pertanyaan ini terdapat pada pembahasan-pembahasan yang akan datang dari buku ini, insya Allah.
     Sesungguhnya remaja pria telah siap untuk peran-peran kelelakian beserta tugas dan kewajiban-kewajibannya, sesungguhnya remaja wanita telah siap untuk tugas-tugas kewanitaan beserta kewajiban-kewajibannya, semua hal tersebut sesuai/dikehendaki oleh kodrat kehidupan menusia dengan izin Allah yang makhluk dan segala urusan(nya) berada padaNya.


AKAL REMAJA

     Apa yang memanggil remaja untuk menyelisihi pendapat kedua orang tua dan guru-gurunya? Dan sebab-sebab apakah yang menjadikannya mendiskusikan persoalan-persoalan bersamanya serta berdebat padanya setelah dia tunduk dan patuh pada umur kanak-kanak? Kenapa remaja mau berbincang, berdiskusi dan bertukar fikiran? Kenapa remaja condong kepada kebebasan? Dan berusaha untuk mandiri dalam mengambil keputusan? Khususnya pada urusan pribadinya? Bahkan kenapa mereka menganggap salah pendapat-pendapat orang lain, dan menuduhnya sebagai (bentuk) pemaksaan, penekanan dan pembungkaman atau menyebut mereka egois dan ingin menang sendiri? Kenapa dia membangkang, berteriak dan menentangnya? Kenapa remaja pada banyak kesempatan cenderung kepada idola dan  gambar-gambar idola bagi kehidupan dan menuntut yang demikian itu? Apa sebab datangnya pertanyan-pertanyan yang urgen pada remaja, seperti: siapa saya? Apa hobiku? Apa tugasku? Apa tujuanku? Apa posisiku dalam keliarga? Apa posisiku dalam masyarakat? Apakah saya laki-laki atau perempuan? Apakah saya anak laki-laki atau perempuan? Bahkan terkadang datang pertanyaan seperti: kenapa saya diciptakan? Apa tujuan hidup? Apa akhir kehidupan? Dan begitu pula pertanyaan-pertanyaan yang lain tentang kehidupan, alam dan manusia yang lebih dalam dan komplit.
     Kenapa muncul bentuk penolakan dan kebencian (untuk) patuh dan celaan terhadap musibah dan penderitaan?  kenapa terkadang muncul ungkapan mulia dan terkadang pula kasar? Bahkan kenapa sebagian remaja bertolak untuk melakukan usaha untuk memisahkan diri dan menjauh dari kontrol keluarga? Dan bergantung kepada diri sendiri? Ataupun memperlihatkan kemampuan akan hal itu. Bahkan kenapa (ada) pertentangan antara orang tua dan remaja, yang berkaitan dengan cara pemberian belanja dan pembelanjaannya, serta batas kebebasan ataupun batas kontrol didalmnya? Kenapa remaja berfikir tentang dirinya dan bagian dalam dirinya, memperhatikannya dan terkadang mencelanya karena hal itu tidak demikian (sebelumnya)? Bagaimana dia membenci bentuk dan sifat-sifatnya serta memikirkannya?.
     Dalam permasalahan ini, muncul banyak pertanyaan, yang belum kami tunjukkan, yang semuanya memperlihatkan peralihan penting dan baru dalam perkembangan dan kehidupan remaja.
     Sesungguhnya peralihan, perobahan-perobahan akal dan pengetahuan, adalah alasan dan sebab yang paling penting yang menjadi contoh jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang telah disebutkan.
     Remaja laki-laki dan perempuan telah beralih dari pemikiran kebendaan kepada pemikiran spirit, dari pemikiran terhadap diri sendiri kepada pemikiran yang menyerupai kelompok, dari pemikiran yang tertuju pada permukaan semata kepada pemikiran yang mampu mendalami/meneliti benda/objek dan pendalaman terhadap lingkungan luar (benda) secara bersamaan. Begitupula remaja laki-laki dan perempuan beralih dari pemikiran negatif yang (hanya) menerima dan mengikuti, kepada pemikiran positif yang mencari tanggung jawab. Dan dari pemikiran sesaat kepada pemikiran sesaat/sekarang dan masa depan secara bersamaan.
     Sesungguhnya kemampuan akal pada phase remaja membuktikan (adanya) peralihan khusus dimana seseorang mulai mengetahui (sesuatu) yang bersifat maknawiyah dan spirit, setelah dia menjadi tawanan (pemikiran) kebendaan, sesuatu tidak menjadi jelas baginya kecuali setelah adanya contoh benda, dan tidak bisa memahami/mendalami persoalan dengan baik kecuali setelah diperjelas dengan perumpamaan dan contoh-contoh. Maka adapun remaja dengan kesiapan akalnya dia mampu untuk mengetahui arti kejujuran dan keihlasan, amanah, nilai ketulusan, kehormatan, kemuliaan, wibawa, sifat merdeka, keadilan dan tanggung-jawab. Remaja (juga) bisa mengetahui banyak segi, bagi satu persoalan dalam satu waktu, Karena sesungguhnya kemampuan untuk menggambarkan dan memikirkan situasi ada (pada dirinya) maka dia itu mampu untuk menggambarkan/menghayalkan sampai/mencapai sesuatu melalui beberapa jalan, tanpa ada pengalaman sebelumnya. Dan mampu untuk memutuskan (alaternatif) pada beberapa alternatif untuk sampai pada penyelesaian masalah. Maka ketika terjadi perselisihan yang tidak disukai oleh bapaknya seumpamanya, (maka) dia itu mampu untuk memikirkan sutuasi yang menunggu dengan beberapa sisinya dan memikirkan beberapa bentuk penyelesaian serta segala akibatnya dan melakukan aktifitas pengseleksian.
     Ketika kamu kemukakan padanya satu permasalahan seperti: "pengangguran: sebab-sebab dan kiat-kiat untuk mengisinya" dengan kemampuannya dia memahami persoalan ini, dan menggambarkan sebab-sebab dan kiat-kiatnya, kebalikan dari anak-anak, dia tidak mengetahui arti yang sebenarnya dari kalimat "pengannguran" selama kamu tidak memperjelas dan memperagakan(nya), ditambah dengan sebab-sebab dan kiat-kiat mengisinya.
     Sungguh telah banyak penelitian yang memperjelas bahwasanya remaja menjadi istimewa dari selainnya dengan kemampuan berfikir maknawiyah/spirit dan menggambarkan serta menghayalkan dari apa-apa yang membantunya untuk memahami persoalan-persoalan dan meletakkan solusi bagi permasalahan-permasalahan, sampai kepada sebelum terjadinya dan inilah yang menjadikan remaja memahami makna-makna dan nilai-nilai, serta mampu untuk mendalaminya, pertanyan-pertanyaannya melampauhi lingkup kebendaan yang dekat, kepada suasana-suasana kejiwaan dan lingkungan, maka dia itu berfikir tentang arti kehidupan dan tujuannya, penciptaan jagat raya, sebab-sebabnya, dan mampu untuk mengetahui hakikat-hakikat yang berhubungan dengan itu. dia itu mencari identitas dirinya, posisinya dari orang-orang sekelilingnya, tugas sosialnya dan lain-lain yang termasuk aspek-aspek yang dibutuhkan pemikiran jenis non kebendaan/spirit ini.
     Walaupun apa yang diterimanya dari keistemewaan berfikir bebas, gambaran khayal dari cakrawala yang luas, kemampuan untuk berinteraksi dengan lingkungan dengan segala dimensinya dan pemahaman terhadap makna-makna dan hal-hal yang non abstrak secara benar, hanya saja terdapat problema-problema pengetahuan dan sosial, diantara yang paling penting: idealis dalam tuntutan dan ragu diatara alternatif-alaternatif (yang ada):

Idealisme: sesungguhnya kehususan kemampuan untuk berimajinasi dan berfikir spirit, memberikan remaja waktu berfikir untuk sampai kepada pemecahan-pemecahan yang  ideal bagi problema-problema keperibadian, kekeluargaan dan kemasyarakatan, yang tidak memunkinkan terealisasi, namun tidak ada kemustahilan untuk perakteknya, dengan dasar pemikiran ini maka memunkinkan bagi remaja untuk berimajinasi (tentang) rumah ideal, masyarakat ideal dan ummat yang ideal akan tetapi dia bertabrakan dengan kenyataan yang berat lagi rumit. Kekacauan dalam mengambil mamfaat dari keistimewaan berfikir maknawi dan ideal ini tumbuh dari ketidak-adanya pengalaman, remaja mempunyai kemampuan untuk menggambarkan, akan tetapi dia tidak ada pengalaman dan pertimbangan ilmiah yang aktual, yang (hal-hal) ini terbentuk dari pergulatan seseorang dengan keadaan hidup yang beragam dan dari pembaurannya dengan orang yang mempunyai pengalaman dan praktek, yang membantunya (menghadapi) realita dan memunkinkan bagi kita menggambarkan problema yang dialami remaja ini dengan perbandingan sebagai berikut:

     Pemikiran maknawi + ketiadaan pengalaman = idealisme

     Karena sesungguhnya remaja terkadang menjadi ideal dalam berfikir dan muncul darinya pandangan-pandangan yang ideal, dan permintaan-permintaan yang memenuhi standar, berhadapan dengan penolakan dan pengabaian dari fihak kedua orang tua atau masyarakat, tumbuh dari yang demikian itu pertentangan antara dia dan keluarga atau antara dia dan masyarakat ataupun tumbuh (padanya) sifat igtirab[4] yang berakibat kepada negatifisme dan fesimisme. dan memungkinkan bagi kita untuk menggambarkan problema ini dengan perbandingan sebagai berikut:

pendapat dan tuntutan yang idealis + penolakan berkelanjutan tanpa penjelasan = perselisihan atau igtirab

KERAGUAN DAN MAWAS-DIRI: sebagaimana yang kita sebutkan, remaja mampu untuk membayangkan situasi-situasi yang beragam sebelum terjadinya. dan ketika menghadapi problema-problema dia mampu untuk mengetahui bentuknya yang berbeda-beda dan alternatif-alternatif yang bermacam-macam bagi pemecahannya, maka ketika dia menghadapi problema yang mempunyai banyak alternatif dalam pemecahannya maka dia harus mengambil keputusan untuk menetapkan dan memilih solusi. dan apabila diperhitungkan ketiadaan pengalaman dan kecenderungan emosional remaja maka adalah hal ini menjadi problema baginya, sementara dia harus memilih dan dia harus pula mengetahui alasan memilih satu solusi, (kenapa) bukan solusi yang lain. dari sini muncul problema keraguan diantara alternatif-alternatif (yang ada), gelombang keraguan, kebimbangan, kecenderungan mawas diri dan kehati-hatian terhadap sekelilingnya, sampai kepada beberapa tradisi masyarakat (sekalipun) dia mencari hikmah dibelakannya, serna berdiskusi dengan kedua orang tuanya, atau guru-gurunya pada posisi mereka, dalam mengambil keputusan dan pada kepuasan mereka terhadap tradisi, walaupun remaja menghadapi keraguan diantara alternatif-alternatif namun dia mempunyai kecenderungan untuk mengambil keputusan sendiri dan memilih solusi yang memuaskannya, akan tetapi pada banyak kesempatan dia dihalangi dan digagalkan selama tidak sempurna penguasaan sarana yang membantunya pada pengambilan keputusan yang tepat, dengan cara langsung yang tidak memaksa ataupun dengan cara tidak langsung.
Remaja mampu untuk memahami simbol-simbol yang tersusun, atau dengan kemampuannnya untuk menggunakan satu rumus dengan rumus yang lain, maka apabila dia membuat symbol bagi simbol ( 1 ) dengan (s) dan membuat simbol untuk simbol (2) dengan (sh)maka sesungguhnya remaja mampu untuk mengetahui bahwanya s + sh = 3. hal ini menunjukkan  bahwasanya remaja mampu membentuk pemikiran tentang dirinya, hal itu membuka jalan bagi remaja untuk mencermati dirinya, keadaannya, dan berfikir pada watak dan sifat-sifatnya, (kemampuan tersebut) memanggilnya untuk membuat perhitungan serta mawas diri, sebagaimana dia mampu untuk merangkai pemikiran tentang dirinya, kemampun, kecenderungan dan kebutuhan-kebutuhannya, serta tidak menerima perdapat orang lain dengan mudah, maka dia melihat bahwasanya dia mampu untuk mengenal, mendalami serta mengambil keputusan tentangnya. Dia mengklaim bahwasanyanya dia tidak butuh terhadap pendapat orang lain. Dan terkadang hal itu menyebabkannya menolak pengarahan/bimbingan serta nasehat-nasehat mereka atau merimanya tanpa kerelaan/kepuasan, khususnya ketika dia didikte, atau ketika (hal itu) bersumber dari orang yang berkuasa yang tidak bisa dia tolak perintah-perintahnya. dengan munculnya kemampuan remaja untuk berfikir, mencermati serta mawas diri maka terkadang muncul asumsi, bahwasanya orang dewasa tidak memahaminya [5], tidak memahami masanya, membencinya, mereka adalah orang yang paling sedikit dukungannya terhadap pemikirannya serta perasaanya, orang yang paling tidak mengerti dengannya serta salah dalam menafsirkan arah dan langkah-langkahnya. pemikiran jenis ini dipastikan belum ada pada phase balita dan kanak-kanak, hal itu adalah merupakan keistemewaan phase remaja, yang bersifat perobahan yang sangat pada tingkat pemikiran dan karakternya.
Remaja keluar dari pemikirian negatif (serba) tunduk, kepada pemikiran positif yang mencari tanggung-jawab, serta penyelidikan tentang dirinya, kedudukan dan reputasinya, sesungguhnya dia bertanya-tanya: bagaimana model saya menurut orang-orang? Dengan apa orang lain menilaiku? Apakah saya benar-benar dewasa? Kenapa saya tidak mengurusi urusan laki-laki? apakah saya benar-benar wanita dewasa? Kenapa saya tidak mengurusi urusan wanita? Apakah saya membawa sifat-sifat orang dewasa? Apakah saya diterima lawan jenis? Apakah yang membuat saya diterima? Apakah faktor-faktor penerimaan dan penolakan masyarakat? Dan bagaimana saya mengerjakan pekerjaan yang cocok?
Sesungguhnya diri remaja (berada) pada tingkat kematangan akal, memungkinkan baginya untuk merasa terpinggirkan ketika dia detelantarkan dan disia-siakan, merasa (ber)harga ketika diberi kesempatan bertugas, dia mampu untuk merealisasikan dengan baik batas hubugan keberadaannya pada manusia. Dengan kepentingan, pekerjaan, tanggung-jawab dan profesinya. Hal ini adalah isyarat penting atas positfnya pemikirannya, dan pemikiran ini telah terbuka bagi kehidupan.
Dan diantara yang membuat remaja istimewa adalah pengertiannya yang sempurna untuk memahami waktu, dan kemampuannnya pada pemikiran masa depan sebagai tambahan pemikiran sekarang, maka remaja tidak menjadi tawanan dan terikat oleh keadaan/waktu (sekarang) sebagaimana keadaan anak dibawah sepuluh tahun, sesungguhnya akal remaja telah mampu untuk memahami dimensi-dimensi waktu: yang lampau, sekarang dan akan datang, baik yang dekat maupun yang jauh darinya, yang terbatas maupun yang umum, dia itu tahu makna hari, bulan, tahun dan abad. Dan mengetahui arti dari awal dan akhir kehidupan, dan mengetahui pengertian dunia dan akhirat. Dan memahami janji dan ancaman, cita-cita dan ambisi, sarana dan tujuan, proses dan akhir/hasil dan selainya dari pengertian-pengertian yang berhubungan dengan waktu dengan segala dimensinya.
Dan biasanya kesiapan (akal) ini membawa kepada pemahaman yang benar terhadap setiap makna tanpa ada kesamaran ataupun ketidak jelasan. Dan tidaklah seperti keadaan anak kecil yang memahami makna-makna ini dengan pemahamannya yamg khusus baginya, (yang) berbeda dengan pemahaman orang dewasa, (karena) melihat dari kesiapan dan keterbatasan akalnya (kemampuan berfikir). Sebagaimana kesiapan-kesiapan ini termasuk dari kesediaan-kesedian yang menyebabkan remaja untuk bertanya-tanya (bersifat) mendalam tentang lingkungan dan kehidupan: tujuan dan sebab-sebabnya. tentang manusia: tujuan, tugas dan akhir (kehidupan)nya. begitupula   kesedian-kesediaan yang menyebabkan remaja untuk berfikir bagi masa depan, merenungkan dan membuat perencanaan dan menyibukkan diri dengan hal itu. Bahkan kesiapan-kesiapan ini terkadang memunkinkannya menghadapi dan menentang orang lain ketika mereka ingin merencanakan masa depannya yang berbeda dengan pendapat dan pandangan-pandangan mereka sebagaimana yang dilakukan oleh banyak anak dalam mengahadapi bapak mereka. pemikiran kedepan mencakup masa depan hidupnya, sifat atau jenis pekerjaannya, pendamping hidupnya, kedudukannya dalam keluarga dan masyarakat dan pendamping hidupnya yang merupakan hal yang paling penting dari hal-hal ini. pada diri remaja (terdapat) kesiapan-kesiapan yang lebih luas dari itu, memungkinkan pemikiran yang mencakup keadaan dan masa depan masyarakatnya, masa depan bangsannya serta kedudukannya diantara bangsa-bangsa dan beraktifitas untuk bangkit dengannya, untuk meraih masa depan yang cerah/bersinar. Dan remaja tidaklah selamat dari pemikiran (yang membutuhkan) peragaan karena melihat kurangnya skill, dan sempitnya pengalaman , yang terkadang menyebabkan frustasi dan keputusasaan.


EMOSIONAL REMAJA

Apakah nampak gelombang kemarahan dikalangan remaja, lebih banyak dibanding selain mereka? Kenapa expresi (kemarahan tersebut) dengan sangat emosional? Atau secara langsung seperti konfrontasi, saling memukul, pertentangan, kata-kata kasar dan memamerkan badan? Dan kenapa remaja terburu-buru dalam mengambil keputusan,  dalam memproleh permintaan-permintaan? Kenapa terburu-buru dan tergesah-gesah dalam mengerjakan pekerjan, memenuhi kebutuhan dan dalam merealisasikan keperluan-keperluan? Apakah remaja bersedih dan berduka? Apakah dia ditimpa kekalutan? Apakah dia bertolak kepada pengasingan diri? Dan apakah dia terkadang merasakan keasingan, keterpinggiran dan rendah diri? Kenapa?
Kenapa remaja gembira secara berlebihan, ketika dia merasa gembira? Kenapa dia menajadi down ketika diberi semangat? Kenapa mereka berlebihan ketika memuji? Berkata-kata kotor ketika mereka mencaci? Apakah benar bahwasanya perasaan cinta mendominasi phase remaja? Dan bahwasanya percintaan dan ketergantungan kepada lawan jenis merupakan ciri khas remaja? Kenapa kecintaan dan ketergantungan (lawan jenis) mendapatkan kesempatan (tumbuh, menguasai hati dan perasaannya, mengusai fikiran dan hayalannya? Kenapa (dia) melamun dan cenderung berkhayal? Kenapa remaja banyak bersisir pada tempat duduknya, di mobil, di atas tempat tidur dan di tengah-tengah orang ataupun ketikah dia sendiri, kenapa (ada) kekaguman dan ketergantungan kepada publik-figure yang terkenal, seperti bintang film, olah-regawan, petualang? Kenapa menirunya, membela serta mengadakan permusuhan dan persaudaraan karenanya?
Pertanyan-pertanyaan yang sangat banyak, yang mempelajari emosional remaja? Dan terkadang tidak semua jawaban tentangnya ada dalam penelitian-penelitian dan penyelidikan-penyelidikan kejiwaan sekarang. dan memungkinkan meringkas tanda-tanda yang paling jelas pada emosional remaja, serta apa-apa yang menjadi khusus bagi phasenya disbandingkan phase yang lain yang dilalui seseorang, sebagai berikut:

1-Dominsi ketakutan dan kerisauan: remaja pada kebanyakannya, merasa khawatri pada dirinya, masa depannya, merasa takut dari kemungkinan gagal atau sukses, merasakan ketidak stabilan dilihat dari tidak adanya ketetapan (pendirian) terhadap sesuatu, karena tidak adanya pandangan yang jelas dan karena kekaburan yang meliputi jalan (yang sifatnya) baru baginya. Dia merasakan perasaan sebagai seorang laki-laki, memiliki beberapa sifat-sifatnya, akan tetapi dia belum menempuh jalannya  sebelumya, maka pada permulaan jalan yang panjang dia merasa bingung dan bertanya-tanya: apa itu pekerjaan? Apa itu tugas? Apa itu pendapatan? Siapa yang akan mendapingi hidupnya? Apa peran dan pungsinya? Apakah dia akan gagal atau sukses? Apa itu tanggungan? Apa yang dikatakan orang-orang ketika dia lemah ataupun dia gagal? Bagaimana dia mengahadapi hidup,  dengan (adanya kenyataan) pengangguran dan keterpinggiran? Terkadang remaja merasa takut, tapi dia tidak tahu apa yang dia takuti, karena dia mengalami kerisauan/kecemasan: cemas dari sesuatu yang tidak diketahui (terselubung). Dia mendugaga sesuatu hal yang menyakitkan akan terjadi padanya, namun dia tidak tahu apakah hal tersebut. Dan terkadang hal ini sama sekali tidak terbukti hanya sekedar khayalan belaka, sebabnya adalah perasaan dan emosional yang berlebihan pada diri mereka[6].

2-kekuatan emosional: karena kesempurnaan anggota tubuh dan akal remaja (sebagaimana) yang telah disebutkan, dia memiliki jenis-jenis emosional yang dimiliki orang dewasa, merasakan apa yang dirasakan orang dewasa, dari kobaran emosi dan perasaan, maka dia itu cinta dan benci, tenang dan marah, pelan dan terburu-buru, berani dan takut. dan begitupula sifat-sifat penyayang, pengasih, keberanian, harga diri, cinta kasih, belas kasih, kebaikan dan lain-lain.
Akan tetapi remaja kekurangan peraktek dan pengalaman dan perubahan cepat dan beruntun mendominasinya, maka dari segi pertumbuhan dan kematangan, dia hidup dalam kondisi dan keadaan yang benar-benar baru, begitupula dari segi lingkungan dan usaha, karena belum ditempa pengalaman dan belum dipermantap oleh skill, maka modalnya pada masalah ini sangatlah sedikit dan bekalnya sangat terbatas, itupun jika dia memiliki bekal. Maka dalam hal ini sesuatu yang menjadi sangat sulit baginya adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya, atau memberikan kepada yang berhak akan haknya. Atau supaya dia menahan (sesuatu) jika keadaan menghendaki dan melepaskan sesuatu jika dikehendaki oleh keadaan, keadaanya seperti orang yang mempunyai sarana dan alat akan tetapi dia tidak mahir menggunakannya sebagaimana yang kehendaki. Dengan demikian remaja tidak stabil emosinya, dan tidak realistis dalam mengungkapkannya, maka dia itu banyak dan cepat marah oleh sebab-sebab yang sepeleh.
Dan terkadang dia tidak bisa menguasai keadaan emosinya terhadap keadaan-keadaan luar, terkadang dia melemparkan dan menghancurkan apa yang ada di tangannya, terkadang dia merobek bajunya, merusak barang-barang miliknya, dan terkadang dia memukul, mengumpat, mencela dan mengancam. Ketika dia menginginkan sesuatu dia bersegerah dan berusaha dengan cepat mencarinya dan tergesah-gesah dalam mengambil keputusan yang penting. Bahkan apabila dia mencintai dia berlebihan dan melampauhi batas, bergantung terhadap siapa yang dia cintai, menyayanginya, bekorban untuknya, menguasai hatinya, mendominasi keadaan dan imajinasinya, yaitu (pada) perkataan dan kesibukannya, ini adalah rahasia besarnya kecintaan dan kerinduan pada umur remaja. Remaja apabila dia kagum pada seseorang, kelompok atau pada model/type dia mengupayakannya, menghimpun orang-orang padanya, berkorban untuknya, berlebihan dalam memujinya, membela dan melindunginya serta meletakkannya pada kepentingan yang paling utama yang tidak bisa ditawar-tawar, ini adalah diatara rahasia kecintaan remaja yang sangat terhadap olah-ragawan, klub olah-raga, seniman, film, petualang, pemain sirkus, dan terkadang pahlawan-pahlawan sejarah. Hal-hal yang mendorong remaja untuk yang demikian itu adalah apa yang mereka nikmati dari kepopuleran dan kemasyhuran, kedudukan moral dan sosial, karena dia memerankan model yang dekat dan dipercaya, ditiru dan menyatu dengannya, kemilau orang-orang terkenal dan kelemahan (yang ada) pada remaja mengakibatkan kecenderungan dan kebergantungan, kekaguman yang sangat dan dorongan serta bantuan yang berlebihan. Dan begitu pula sebalikya, remaja berlebihan ketika dia marah, menampakkan kebencian dan cemoohan yang menandakan (hal-hal) yang berlebihan ini, lihat pulah posisi mereka terhadap klub olah-raga yang mereka tidak sukai, atau terhadap orang-orang yang mereka tidak sukai, seperti sebahagian guru mereka, umpamanya.
 begitupulah remaja tenggelam dalam lamunan dan khayalan-khayalan mereka, terkadang mereka berlebihan dalam menggambarkan kehidupan dan perhiasannya, dan meletakkan perencanaan yang ideal, mereka cenderung kearah itu karena kesiapan imajinasi mereka, sementara sedikitnya keahlian/pengalaman mereka pada waktu yang sama. Dan terkadang remaja memakai syair (orang lain), atau menulis prosa, dia menggambarkan persepsi dan perasaan-perasaanya, serta mencatat khayalan dan kebingungan-kebingungaannya, maka dia merasakan kogoncangan perasaan, sensitifitas perasaan, bahkan kamu melihat dia berlari (berada) dibelakang perasaannya serta membangun kepercayaan terhadapnya.
Keistemewaan-keistemewan remaja, mulai dari kesiapan untuk diberikan dorongan, mudah dibangkitkan semangat(nya), kerapuhan emosional, dan kekosongan jiwa yang siap untuk diisi, dengan bahasa yang lain: beragamnya keadaan emosional dan perasaan seperti ini, memunkimkan dia untuk diarahkan dengan arah yang baik dan benar, dikontrol dari jalan yang melingkupi pendidikan yang sempurna dan seimbang, untuk menghasilkan pemuda yang kuat, mempunyai ambisi, disiplin, yang berpegang pada contoh-contoh dan model-model yang ideal pada sejarah bangsanya dan zamannya. memunkinkan untuk diambil manfaat dari pendidikan emosionalnya dan meletakkannya pada arah yang benar, agar supaya remaja mengetahui: bagaimana dia mengasihi? Kapan dia mengasihi? Kenapa? Bagaimana dia mencintai? dan Kenapa? Bagaimana dia dikagumi? Kapan dia dikagumi? dan Kenapa? Dan seterusnya.
Kecenderungan-kecenderungan ini memungkinkan untuk membuka jalan bagi pembentukan pemuda yang mempunyai perasaan murah hati, berinteraksi dengan kehidupan, cenderung kepada kebaikan dan perbaikan, mempunyai pengaruh dalam pergaulannya, terhadap ummat pada berbagai golongannya.

     3-Keperibadian: yang dimaksud adalah, kekaguman remaja terhadap dirinya sendiri, percaya diri, berkeyakinan bahwasanya dia adalah pusat pandangan manusia dan fokus perhatian mereka. keyakinan bahwasanya orang-orang melihat kepada mereka, sebagaimana remaja melihat kepada diri mereka (masing-masing), menguasai/mendominasi sebahagian remaja, kacamata yang dia pakai untuk memandang dirinya, maka itupulah yang harus dipakai orang lain memandang kapada dirinya (remaja), pendapat orang lain terhadapnya haruslah seperti ini, bentuknya menurut mereka (orang-lain) sama dengan bentuknya, menurut  dirinya. Hal ini adalah hasil dari ketiadaan keseimbangan emosional dan perasaan pada dirinya, dan juga bersumber dari perobahan-perobahan mendadak dan cepat yang menandakan kelaki-lakian ataupun kewanitaan, yang mengisyaratkannya akan kelengkapan dan kesempurnaan dan dari sedikitnya keahlian dan pengalaman yang membantunya apabila dia dihadapkan pada kenyataan, serta mencegahnya dari imajinasi dan ketidak-patuhan remaja.
     Karena adanya kenyataan ini pada remaja, maka kita mendapatkan remaja mempunyai sensitifitas dan kepekaan terhadap keritikan orang lain, dia merasa sakit dan menderita dari yang demikian itu (kritik) dan terkadang dia menyembunyikan kesedihan dan penderitaannya itu terhadap orang lain. Sensitifitas dan kepekaan dalam mengahadapi perasaan orang lain sesungguhnya timbul karena apa yang dia rasakan dari kesedihan, keputus-asaan terhadap apa yang dia yakini dari pandangan orang lain padanya, dimana dia mendapatkan celaan bukan pujian, pembicaran yang sifatnya fitnah bukan pembicaraan akan keistimewaan-keistimewaanya, menganggapnya bodoh bukan menyanjungnya, menjelek-jelekkan bentuk dan sifatnya bukan memoles dan memberikan sanjungan padanya, sesungguhnya imajinasi, khayalan dan dominasi perasaan dan emosi pada remaja meluapkan (anggapan) akan kekuatan dan kesempurnaan, keperkasaan dan kegantengan dan gambaran terhadap dirinya bahwasanya dia penting, sementara nilai(nya) pada kenyataannya tidak ada dan keberadaanya tidak dianggap menurut orang-orang, bahkan apa yang diyakini orang-orang terhadapnya adalah sebaliknya; dia itu masih kecil, tidak berarti. Dia itu tidak mampu untuk memikul tanggung-jawab dan menukuni kepentingan-kepentingan yang sulit. Sebagaimana lawan jenis terkadang tidak peduli dengannya, serta tidak memberikan perhatian sebagaimana yang dia kira, oleh karena sebab-sebab ini terkadang remaja menjadi benci terhadap kedua orang-tuanaya, benci terhadap orang-orang, benci terhadap masyarakatnya dan mulailah ungkapan keluar dari mulutnya, seperti: "tidak ada seorangpun yang memahami saya", "apa yang kamu ketahui tentang saya", "saya lebih paham dari kalian", "saya lebih tahu tentang keadaan saya", "saya ingin untuk tidak duduk kecuali bersama teman-teman saya; merekalah yang memahami saya" dan mulailah (muncul) golombang-gelombang kemarahan dan perasaan muak terhadap mansyarakat orang dewasa dan mencoba untuk menekuni pekerjaan-pekerjaan yang membawa dia mengisi waktu tidak bersama kedua-orang-tuanya, untuk (tidak) duduk pada perkumpulan dan acara-acara mereka, serta dia merasa tertekan dan bosan dari perkumpulan tersebut.
     Kekaguman terhadap diri ini termasuk pelajaran penting yang harus diperhatikan ketika berinteraksi bersama remaja, mendidik atau ketika menyelesaikan problema-peroblema dan mengatasi perobahan-perobahannya, maka terkadang hal ini menjadi sumber sensitifitas dan kepekaan atau penolakan dan penentangan atau kefrustasian dan keputus-asaan dan kemudian menyendiri dan mengasingkan diri, atau terjerumus ketengah-tengah teman-teman yang buruk dan mencurahkan waktu dan tenaga kepada mereka.  juga terkadang hal itu menjadi sebab kecemburuan dan kesombongan, idealisme, atau bertambahnya ambisi atau tenggelam dalam mawas-diri (terhadap orang-dewasa) dengan berbagai bentuk dan modelnya dll.


[1]- lihat kamus Al-Muhith kata rahaqa,  
[2]  Muhammad Mustafa Zaidan:Annumuwwun Nafsi, halaman 79-80, Ibrahim Qasyqusy : Sikolojiyah Al-Murahaqah, halamam 128-129.
[3]  Muhammad Mustafa Zaidan: Annumuwwun Nafsi,  halaman 162-163.
[4]  Igrtirab adalah apa yang menguasai pemuda dari keputusasaan, frustasi,penolakan terhadap masyarakat tumbuh darinya pengasingan dan ketidak percayaan terhadap orang-orang. Lihat Muhammad Imaduddin Ismail : Pertumbuhan pada fase remaja, halaman 179-180.
[5]  Mustafa Suwaif, Al-Usus Annafsiyag Littakamulil Ijtimai, halaman 232-233
[6]  Muhammad Imaduddin Ismail :Annumuw Fi Marhalatil Murahaqah, halaman 117

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Please Uktub Your Ro'yi Here...